Sejarah

Sejarah Pertempuran Ambarawa 1945: Latar Belakang, Kronologi, dan Tokoh

Apa kalian dulu mendengar pertempuran Ambarawa? Pertempuran Sbobet ini disebut termasuk sebagai Palagan Ambarawa yang berjalan terhadap th. 1945 lalu. Pertempuran ini berjalan pada pemuda Indonesia di Ambarawa dengan sekutu Inggris.

Pertempuran ini menjadi salah satu pertempuran besar yang ada di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak. Lalu bagaimanakah kronologi terjadinya pertempuran tersebut?

Sekilas Tentang Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa berjalan terhadap tanggal 20 November sampai 15 Desember 1945 pada pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan tentara sekutu Inggris. Pertempuran ini berjalan atas tekad para sekutu yang dambakan menaklukkan Jawa Tengah dengan gunakan lokasi Ambarawa sebagai batu pijakan. Hal berikut disebabkan Ambarawa punya letak yang strategis di pada Yogyakarta dan Surakarta.

Pada awalannya sekutu Inggris singgah ke Indonesia untuk selesaikan masalah tawanan Belanda di Magelang dan Ambarawa. Namun ternyata mereka diboncengi NICA (Nederland Indische Civil Administration) yang mempersenjatai mantan tahanan.

Latar Belakang Pertempuran Ambarawa

Dikutip berasal dari buku Sejarah 3+, latar belakang moment ini dimulai dengan insiden di Magelang sesudah mendaratnya Brigade Artileri berasal dari Divisi India ke-23 di Semarang terhadap tanggal 20 Oktober 1945.

Pihak Indonesia memperkenankan mereka mengurus tawanan perang yang berada di penjara Ambarawa dan Magelang. Namun, kehadiran tentara Inggris berikut diboncengi oleh NICA.

Pada tanggal 26 Oktober 1945 maka terjadilah insiden Magelang yang berkembang menjadi pertempuran TKR dan tentara sekutu. Insiden berhenti sesudah kehadiran Presiden Soekarno dan Brigadir Jenderal Bethell di Magelang terhadap 2 November 1945.

Mereka mengadakan perundingan gencatan senjata dan setuju dengan sebabkan 12 pasal yang diantaranya berisi sebagai berikut:

1. Pihak sekutu selamanya memasang pasukannya di Magelang untuk laksanakan kewajibannya menjaga dan mengurus evakuasi Allied Prisoners War and Internees (APWI).

2. Jalan raya Magelang dan Ambarawa terbuka bagi lalu lintas Indonesia dan Sekutu.

3. Sekutu tidak akan mengakui kesibukan NICA di dalam badan-badan yang berada di bawahnya.

Baca juga:

Pasar Tradisional Khas Sumatra Barat

Mengenal Lebih Jauh Grand Bazaar di Turki yang Dikunjungi Hampir 40 Juta Orang Tahun Lalu

Kronologi Pertempuran Ambarawa

Dilansir berasal dari ESI Kemdikbud, ternyata kesepakatan yang berisi 12 pasal di awalnya telah diingkari oleh pasukan sekutu. Sehingga terhadap tanggal 20 November 1945 di Ambarawa berjalan pertempuran pada pasukan TKR dipimpin oleh Mayor Sumarto dan tentara sekutu.

Pada 21 November 1945, pasukan Sekutu yang berada di Magelang ditarik ke Ambarawa. Namun keesokan harinya terhadap 22 November 1945, pertempuran meletus di dalam kota dan berjalan pengeboman terhadap kampung-kampung di Ambarawa.

Pasukan sekutu Inggris kemudian terusir berasal dari Banyubiru terhadap 5 Desember 1945 yang menjadi garis pertahanan terdepan. Pada tanggal 12 Desember 1945 dini hari, pasukan TKR bergerak menuju sasaran masing-masing.

Pasukan TKR sukses mengepung musuh di di dalam kota dan diketahui pertahanan musuh terkuat berada di Benteng Willem. Kota Ambarawa dikepung selama empat hari empat malam dan musuh yang jadi terjepit mengusahakan keras laksanakan pertempuran.

Hingga terhadap 15 Desember 1945 musuh meninggalkan kota Ambarawa dan mundur ke Semarang. Dikutip berasal dari buku Sejarah 3+, pasukan TKR memperoleh kemenangan di dalam pertempuran tersebut. dan mengantarkan Sudirman ke pimpinan TKR.

Tokoh di dalam Pertempuran Ambarawa

Dalam pertempuran Ambarawa berikut tentu terdapat para tokoh yang memperjuangkan kedaulatannya berasal dari serangan musuh. Dilansir berasal dari laman Dinas Kebudayaan Yogyakarta, sebagian tokoh pejuang berikut pada lain sebagai berikut:

1. Jenderal Sudirman

Jenderal Sudirman berperan sebagai panglima perang dengan mengajarkan taktik supit urang. Taktik ini menyerang lawan dengan ke dua segi sebabkan lawan terjepit dan menghasilkan hasil yang baik bagi TKR.

2. Gatot Subroto

Gatot Subroto menjadi pejuang militer Indonesia di dalam moment ini. Ia mengutamakan suasana orang lain di sekitarnya serta para keluarga prajurit.

3. Letkol Isdiman

Letkol Isdiman gugur di dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin. Ia adalah perwira TKR dan menjadi pemimpin pertempuran ini.

4. Surono Reksodimejo

Surono menjabat sebagai kapten di bawah komando satuan militer Letnan Kolonel Gatot Subroto. Ia termasuk dulu menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.

5. Letkol Sarbini Martodihardjo

Letkol Sarbini adalah purnawirawan jenderal dan menjadi pemimpin pasukan Resimen Pusat Kedu untuk menyerang pasukan sekutu di Desa Jambu.

6. G.P.H Djatikusumo

G.P.H Djatikusumo menjabat sebagai komandan Divisi IV. Ia punya misi untuk mencari dan mengepung pasukan asing dan menjadi pemimpin pasukan TKR dengan baik.

error: Content is protected !!