Pasar Tradisional

Mengenal Tentang Musik Melayu

Musik Melayu

Musik Melayu adalah aliran musik tradisional rtp slot gacor yang bermula dan berkembang di wilayah pantai timur Sumatra, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Musik ini biasanya dinyanyikan oleh orang-orang dari suku bangsa Melayu yang tidak jarang diiringi pula dengan tarian khas Melayu setempat misalnya tari Persembahan dalam perhelatan atau pesta adat, penyambutan tetamu kehormatan, dan dalam kegiatan keagamaan. Yang menarik dari aliran musik ini terletak pada susunannya yang terdiri dari lirik lagu yang mengandung syair yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari dan penuh dengan tunjuk ajar (pesan moral), diisi dengan suara atau vokal khas cengkok Melayu, dan aransemen musik yang tersusun rapi.

Seiring dengan perkembangan zaman musik Melayu mengalami keberingsutan gaya musik misalnya saja mengalami perpaduan dengan aliran musik pop, musik rok, dan dangdut. Aliran ini dapat dijumpai di negara-negara serumpun Melayu, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Pada awal perkembangannya alat musik yang digunakan lebih didominasi oleh tingkahan rebana yang disebut Kompang dari Ponorogo, petikan gambus, gesekan biola, picitan akordion, tingkahan gong, dan tiupan serunai. Ini dipengaruhi oleh kebudayaan dari tanah Arab dan Eropa tradisional. Seiring dengan perkembangan teknologi itu semua digantikan dengan alat musik elektronik berupa kibor. Walaupun demikian, dalam kegiatan-kegiatan tertentu alat musik tradisional masih tetap digunakan demi melestarikan warisan kebudayaan.

Dalam kiprahnya aliran ini sempat populer pada era ’80-an bahkan memasuki era “puncak kegemilangan” pada era ’90-an. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya penyanyi & grup band Melayu, dan pendatang baru yang bermunculan dengan lagu-lagu andalan masing-masing.

Ciri Khas Musik Melayu Berikut ini ciri khas musik melayu: Alat musik yang digunakan:

Gendang, gambus, seruling, rebana, kecapi, dan angklung adalah beberapa alat musik yang sering digunakan dalam musik Melayu. Irama musik: Irama musik Melayu biasanya diiringi oleh irama yang lambat dan merdu, dengan melodi yang bersifat melankolis atau romantis. Penggunaan teknik vokal: Teknik vokal dalam musik Melayu biasanya berupa melodi yang dipadukan dengan teknik nyanyian seperti getaran atau vibrato. Lirik: Lirik dalam musik Melayu umumnya berbicara tentang tema-tema seperti cinta, kehidupan sehari-hari, dan keindahan alam. Pengaruh budaya Islam: Musik Melayu sering kali memasukkan unsur-unsur keagamaan Islam dalam lirik dan tema musiknya, seperti nasihat-nasihat moral dan doa-doa. Tarian: Musik Melayu sering diiringi oleh tarian tradisional seperti joget, zapin, dan inang, yang biasanya ditarikan oleh pasangan-pasangan yang saling berpasangan. Perkembangan Musik Melayu Seiring dengan perkembangan zaman, Musik Melayu telah mengalami banyak perubahan dan penyesuaian dengan zaman, tetapi tetap mempertahankan ciri khas dan kekayaan musikal yang khas. Perkembangan Musik Melayu dimulai pada abad ke-15 hingga 16, dimana pengaruh dari perdagangan rempah-rempah dari Melayu ke Timur Tengah membawa pengaruh musik. Musik Melayu pada saat itu berupa lagu-lagu bertema religi Islam, dengan menggunakan alat musik seperti gambus, rebana, dan seruling. Pada awal abad ke-20, Musik Melayu mengalami perubahan dengan masuknya pengaruh musik barat, seperti piano, gitar, dan biola. Hal ini berdampak pada perubahan irama dan pola ritme Musik Melayu. Pada era 1950-an hingga 1960-an, Musik Melayu mulai populer di Indonesia, dan bermunculan banyak penyanyi dan grup Musik Melayu yang terkenal, seperti Rhoma Irama, Ellya Khadam, dan A. Rafiq. Pada dekade 1970-an, Musik Melayu semakin berkembang dan bertransformasi menjadi berbagai sub-genre, seperti dangdut, pop Melayu, dan rock Melayu. Dangdut, yang berasal dari kata “dangdut-dangdut” (bahasa Melayu untuk “memukul”), menjadi sangat populer dan mendominasi industri musik Indonesia. Genre ini menggabungkan unsur-unsur musik Melayu dengan musik India dan Arab, dan terkenal dengan irama yang gembira dan ritmik. Pada tahun 1990-an hingga sekarang, Musik Melayu terus berkembang dengan masuknya pengaruh musik internasional seperti pop, R&B, hip hop, dan EDM. Hal ini tercermin dari popularitas penyanyi seperti Rossa, Raisa, dan Isyana Sarasvati, yang menampilkan unsur-unsur Musik Melayu dalam musik mereka. Saat ini, Musik Melayu terus mengalami perkembangan dan terus menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Meskipun terjadi banyak perubahan, ciri khas dan keunikan Musik Melayu tetap dipertahankan dan dihargai oleh masyarakat Indonesia dan pecinta musik di seluruh dunia.

Baca juga:

error: Content is protected !!